hutan indo hancur......

Hutan Indonesia Bertambah Hancur





Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan siap memberantas pembalakan
liar serta menurunkan kebakaran hutan dan penggundulan hutan untuk mengatasi
pemanasan global.

Komitmen tersebut disampaikan Presiden saat menerima Chairman Soros Fund
Management, George Soros, di Jakarta, Senin (10/5).

Menurut Erwin Usman dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) ucapan SBY ini
hanya untuk menggaet dana dari luar. Tapi aktivis lingkungan ini malah
menegaskan bahwa kenyataannya hutan Indonesia bertambah rusak.

Erwin Usman yang juga Ketua Komite Anti Pengrusakan Hutan Indonesia (KAPHI)
menegaskan, Walhi mencatat selama enam tahun pemerintahan SBY ini lanjut
penghancuran hutan Indonesia tidak pernah kurang dari 1,8 juta hektar per
tahun.

Yang kedua, tambah Erwin, penegakan hukum di Indonesia sangat jauh dari rasa
keadilan para korban pengrusakan lingkungan hidup dan juga bagi para aktivis
lingkungan. Sebagai contoh Erwin menyebut berbagai kasus pencemaran
lingkungan yang tidak selesai. Erwin Usman: *"Empat belas perusahaan yang
terindikasi menghancurkan hutan Riau, itu seluruhnya dibebaskan tahun lalu
oleh Mabes Polri dan Polda Riau."*

*Meraih dana*
Jadi ucapan SBY di depan Soros itu, tegas Erwin, adalah untuk mendapatkan
dana iklim yang sudah tersedia. Erwin* "Karena angkanya cukup besar,
"*tegas aktivis lingkungan ini.
Dengan ucapan itu, tambah Erwin, SBYjuga ingin menunjukkan bahwa Indonesia
berkomitmen untuk menangani soal emisi.

Namun aktivis Walhi ini menandaskan, faktanya berbeda dengan apa yang
disampaikan Presiden. Buktinya masih banyak bupati dan gubernur yang
mengabaikan arahan presiden dan pemerintah pusat. Masih banyak di antara
mereka yang bekerjasama dengan para pengrusak lingkungan.

Tidak tegas
Ketidakpatuhan para pemimpin pemerintah daerah itu, antara lain karena
mereka dari partai yang berbeda dari Presiden. Selain itu, juga karena SBY
sendiri tidak tegas. "Di dalam negeri SBY rapuh untuk menegakkan disiplin
sebagai presiden untuk menyelamatkan lingkungan hidup, " katanya.

Erwin menyarankan agar pemerintah mengutamakan apa yang disebut tprogram
restorasi ekologis Indonesia. Pertama moratorium izin-izin yang berkaitan
dengan pengelolahan perkebunan besar, kehutanan dan pertambangan. *"Karena
tiga ini menyumbang konflik sumber daya yang paling besar di
Indonesia, " *tegasnya.
Kedua agar memerintah melakukan audit secara menyuruh di tiga sektor itu.

Ambil Alih
Setelah itu Indonesia baru bisa melakukan program-program seperti menanam
dan reboisasi dan lain-lain. Dengan demikian diketahui perusahaan mana yang
melanggar aturan, kepala daerah mana membangkang dan aparat mana yang main
mata dengan pelaku ilegal logging.

Tapi sayangya, jelas Erwin, SBY tidak bersedia menyelenggarakan tindakan
imparsialitas tersebut. Menurut Erwin, SBY menilai masalah penanganan
kehutanan ini banyak melibatkan kepentingan-kepetingan yang tidak kecil.

Namun demikian kalangan aktivis lingkungan hidup tetap berpendapat agar
presiden mengambil alih kepemimpinan penanganan lingkungan.

Sumber :

Pemikiran tentang :

0 Tanggapan Teman ?:

Poskan Komentar

About Me

Foto saya
I'll Becoming a good Profesional Worker,Student, and adventurer

Timeliness....

The Calender

Search Your Think.....

Memuat...

Yahoo News: Top Stories

Forecast Weather

Crude Oil Prices

Rupiah Exchange Rates ( IDR )

Translate Our Language....

Rush hour Blog

Fight To our Earth....Go green

Brighter Planet's 350 Challenge
NonCommercial,Nonprofit. Diberdayakan oleh Blogger.