Bahan Bakar Nabati Vs Lingkungan

Bahan Bakar Nabati Rongrong Lingkungan Hidup Kalbar

PONTIANAK--MI* :Pengembangan teknologi berbahan bakar nabati memicu
peningkatan kerusakan lingkungan hidup secara masif di Kalimantan Barat
(Kalbar).

Oleh karena itu, dibutuhkan kesepakatan internasional untuk membatasi
penggunaan bahan pangan tersebut sebagai sumber energi alternatif
terbarukan.

Temuan itu terungkap dari sebuah penelitian yang dilakukan Friends of the
Earth Netherlands (Milieudefensie) dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia
(Walhi) Kalbar. Penelitian tersebut berangkat dari sebuah studi kasus di
Kabupaten Ketapang.

"Hanya dalam waktu tiga tahun izin perkebunan kelapa sawit di Ketapang
melonjak drastis, yakni dari 742 ribu hektare (ha) menjadi 1,4 juta ha. Luas
ini setara dengan 40 persen luas wilayah kabupaten tersebut," kata juru
kampanye bio massa dan bio feul Milieudefensie Claudia Theile dalam
konferensi pers di Pontianak, Senin (29/3).

Ia menjelaskan, ekspansi besar-besaran perkebunan kelapa sawit itu bersamaan
dengan terjadi ledakan (booming) permintaan terhadap kebutuhan bahan bakar
nabati. Pasar dunia lebih memilih kelapa sawit sebagai bahan baku untuk
energi alternatif tersebut karena lebih murah dan dapat tersedia dalam
jumlah besar.

"Indonesia dan Malaysia, sebagai importir minyak sawit mentah (crude palm
oil/CPO) terbesar di dunia telah berkomitmen, menyiapkan 40 persen dari
total produksi mereka sebagai bahan bakar nabati," jelas Claudia.

Ia memperkirakan ledakan permintaan CPO untuk kebutuhan bahan bakar nabati
masih akan terus berlangsung beberapa tahun ke depan. Pasalnya, Uni Eropa
telah menargetkan perluasan penggunaan teknologi terbarukan untuk sarana
transportasi sebesar 20% pada 2020 mendatang.

Regulasi itu tentu akan berdampak terhadap permintaan CPO di pasaran dunia.
Sebab, diperkirakan sedikitnya 60% pasokan energi terbarukan itu harus
diimpor dari negara di luar Uni Eropa. (AR/OL-01)
http://www.mediaind onesia.com/ read/2010/ 03/29/132489/ 89/14/Bahan- Bakar-Nabati- Rongrong- Lingkungan- Hidup-Kalbar

Pemikiran tentang :

0 Tanggapan Teman ?:

Posting Komentar

Timeliness....

Search on blog

Translate

Forecast Weather

Rupiah Exchange Rates ( IDR )

Rush hour Blog

Fight To our Earth....Go green

Brighter Planet's 350 Challenge
NonCommercial,Nonprofit. Diberdayakan oleh Blogger.